Proses Penyesuaian Perkawinan Antara Pasutri Etnis Arab Golongan Sayyid dengan Non-Sayyid

., Nadiah (2004) Proses Penyesuaian Perkawinan Antara Pasutri Etnis Arab Golongan Sayyid dengan Non-Sayyid. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148207

Abstract

Perkawinan dengan etnis yang sama oleh sebagian besar orang dianggap tidak membutuhkan penyesuaian ekstra dibandingkan dengan perkawinan beda etnis. Namun untuk komunitas etnis Arab, hal ini menjadi suatu permasalahan dalam menjalankan kehidupan perkawinan meskipun dilakukan dengan etnis yang sama tetapi berbeda golongan. Dalam penelitian ini, Peneliti ingin mencari tahu tentang hal-hal yang terjadi pada pasutri etnis Arab selama melakukan proses penyesuaian perkawinan antara golongan Sayyid dengan Non-Sayyid dari masa pacaran hingga perkawinan terjadi mulai dari cara pasangan menghadapi hingga mengatasi permasalahan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara terhadap 2 pasangan suami istri yang melakukan perkawinan antara golongan Sayyid dengan NonSayyid. Wawancara dilakukan secara terpisah dan dijadwalkan sesuai dengan waktu luang Informan. Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses penyesuaian perkawinan masing-masing pasangan. Berdasarkan hasil wawancara serta analisis data ditemukan bahwa pada pasangan perkawinan beda golongan masalah terbesar yang terjadi adalah adanya ketidaksetujuan dari keluarga perempuan dalam menjalankan hubungan dengan pasangan yang telah dipilih sendiri oleh individu. Hal ini terjadi karena prinsip patrilineal yang masing-masing golongan anut sehingga keluarga mengharapkan perkawinan segolongan agar garis keturunan tetap berada di golongannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa keluarga laki-laki lebih dapat menerima hubungan pasangan karena garis keturunan nantinya akan tetap pada golongannya. Pada masing-masing pasangan, proses penyesuaian yang dilakukan lebih pada faktor eksternal (keluarga dan keluarga pasangan) dibandingkan dengan faktor internal pasangan. Internalisasi budaya golongan tidak terjadi pada individu sehingga dalam pemilihan pasangan (endogamy) dan tradisi . golongan yang ditanamkan keluarga besarnya tidak selalu dijalankan individu. Peneliti melihat bahwa motivasi dari masing-masing pasangan sangat berperan penting untuk dapat memperbaiki hubungan dan menjalankan kehidupan perkawinan beda golongan (Sayyid dengan Non-Sayyid).

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 24 Feb 2014 04:31
Last Modified: 24 Feb 2014 04:31
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/8057

Actions (login required)

View Item View Item