Leisure Class Masyarakat Kapitalis di Indonesia (Relevansi teori Thoernstein Veblen dan Dalam Kaitannya Dengan Keadilan Menurut Aristoteles, John Rawls, serta Penganut Aliran Utilitarian)

Innurtrisniyati, Anastasia (2008) Leisure Class Masyarakat Kapitalis di Indonesia (Relevansi teori Thoernstein Veblen dan Dalam Kaitannya Dengan Keadilan Menurut Aristoteles, John Rawls, serta Penganut Aliran Utilitarian). Jurnal Yustika, 11 (2). pp. 149-168. ISSN 1410-7724

[img]
Preview
PDF
Innurtrisniyati_Leisure Class_abstrak_2008.pdf

Download (417Kb) | Preview
[img] PDF
Innurtrisniyati_Leisure Class_2008.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1411Kb) | Request a copy

Abstract

Leisure atau waktu luang merupakan aktivitas aktivitas, teman teman, dan saranasarana yang berkaitan dengan kegiatan tersebut yang dipilih secara bebas untuk mencapai kepuasan atau kesenangan pribadi. Pada umumnya, aktivitas ini adalah suatu aktivitas yang dibutuhkan oleh manusia. Tulisan ini bertujuan, pertama, berusaha untuk memberikan gambaran dan kritikan terhadap teori kelas Veblen yang dikenal dengan leisure class Veblen. Kedua, melihat relevansi konsep Veblen pada realitas sosial khususnya masyarakat kapitalis Indonesia. Ketiga melihat adakah relevansi atau keterkaitan antara leisure class Veblen dan keadilan. Keadilan yang dimaksudkan pada tulisan ini adalah keadilan dari Aristoteles, John Rawls, serta Penganut Aliran Utilitarian. Selanjutnya, keadilan dari Aristoteles ini lebih difokuskan pada keadilan dalam arti kebajikan yang berkaitan dengan hubungan antar manusia dan keadilan dalam arti kesamaan proporsional, memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya sesuai kemampuan, prestasi, dan sebagainya. Hal ini perlu dijelaskan karena sesungguhnya Aristoteles memiliki banyak ide-ide atau teori tentang keadilan yang diantaranya telah dikontribusikan bagi perkembangan filsafat hukum pemahaman keadilan yang berikutnya dari penganut aliran Utilitarian menekan pada keadilan adalah seberapa besar manfaat atau dampaknya bagi kesejahteraan manusia. Dalam keadilan ini kesejahteraan individu dapat dikorbankan untuk manfaat yang lebih besaratau kelompok yang lebih besar. Sedangkan untuk John Rawls lebih diutamakan keadilan dalam arti perbedaan dan persamaan yang adil atas kesempatan. Situasi perbedaan (sosial ekonomi) harus diberikan aturan sedemikianrupa sehingga paling menguntungkan golongan masyarakat yang paling lemah (paling tidak mendapatkan peluang untukmencapai prospek kesejahteraan pendapatan, dan otoritas

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Leisure Class, Veblen, Relevance, Justice
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 25 Feb 2014 06:28
Last Modified: 25 Feb 2014 06:28
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/8092

Actions (login required)

View Item View Item