Hubungan antara adversity quotient dengan semangat kerja staf

Anggraini, Maya (2003) Hubungan antara adversity quotient dengan semangat kerja staf. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148789

Abstract

Semakin ketatnya dunia persaingan bisnis, maka setiap perusahaan perlu mengembangkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Salah satu sasaran dalam mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan pembinaan dan pemeliharaan semangat kerja yang mempunyai dampak atau pengaruh yang cukup berarti dan komplek baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Semangat kerja yang tinggi yang ada pada diri karyawan saja pada saat ini belum cukup tanpa diimbangi dengan kemampuan karyawan untuk menghadapi masalah yang ada serta kemampuan menyelesaikan masalah. Kemampuan karyawan dalam mengatasi kesulitan serta tidak mudah putus asa di bahas di dalam Adversity Quotient atau dalam perkembangannya disebut dengan Mengatasi Kesulitan. Analisis data dilakukan secara non parametrik, karena tidak meneliti populasi sampel dengan teknik pengambilan sample "Purposive sampling' yaitu sample yang diambil berdasarkan lama kerja minimal 2 tahun, dengan usia antara 25 - 35 tahun dari populasi yang tersedia pada saat penelitian, dengan sampel sebanyak 60 orang dari jumlah populasi 75 orang pada karyawan staf PT Wilken Mitra Perkasa . Pengambilan data dilakukan dengan angket yang akan mengukur hubungan antara Adversity Quotient dengan Semangat kerja, sedangkan data yang diperoleh akan dianalisis dengan teknik analisis Spearman . Hasil analisis didapatkan : r = 0, 737, p·, < 0,05, yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient dengan semangat kerja karyawan staf PT.Wilken Mitra Perkasa. Hasil tersebut menunjukkan · bahwa · makin tinggi semangat kerja · seseorang maka makin tinggi pula Adversity Quotient-nya, yang kemudian dibagi menjadi tiga tipe pendaki (Quitters, Campers, Climbers). Dari hasil penelitian diketahui karyawan paling banyak masuk dalam kelompok Quitters dengan semangat kerja yang cukup tinggi pula (45,690/o). Hal ini membuktikan bahwa seseorang yang tergolong . dalam kelompok Quitters belum tentu mempunyai semangat kerja yang rendah. Perlu adanya kesadaran bagi karyawan untuk memperbaiki dan meningkatkan Adversity Quotient-nya sehingga ada kemungkinan masuk dalam kelompok Climbers. Adversity Quotient bukan faktor dari lahir, maka dapat diperbaiki dengan mengubah cara berfikir secara optimal dengan menyadari kelebihan dan kekurangan pada diri sendiri.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 28 Feb 2014 09:11
Last Modified: 28 Feb 2014 09:11
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/8182

Actions (login required)

View Item View Item