Hubungan Antara Konsep Diri dengan Depresi Wanita Dewasa yang Mengalami Putus Cinta

Rahardjo, Christine (2004) Hubungan Antara Konsep Diri dengan Depresi Wanita Dewasa yang Mengalami Putus Cinta. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148256

Abstract

Depresi dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, ekonomi, suku bangsa, agama dan kepercayaan, serta tidak mengenal usia. Sejumlah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan bahwa wanita mempunyai kemungkinan mengalami depresi dua kali lebih besar daripada pria. Depresi yang dialami oleh kaum wanita (khususnya ketika mengalami putus cinta) sangat mempengaruhi rasa percaya dirinya, karena wanita cenderung menggunakan perasaannya daripada pikirannya dalam menghadapi suatu masalah. Namun ada beberapa wanita yang dapat menggunakan pikirannya daripada perasaannya dalam menghadapi suatu masalah dan wanita seperti itulah yang mampu mengontrol tingkat depresinya sehingga tidak mempengaruhi rasa percaya dirinya dalam bergaul dengan lingkungannya. Wanita yang mengalami depresi akibat putus cinta cenderung merasa bersalah, menganggap dirinya tidak berharga, tidak patut dicintai dan mencintai, hingga akhirnya membatasi dirinya dalam bergaul terutama dengan lawan jenisnya. Hal ini tidak perlu terjadi jika seseorang mempunyai konsep diri yang positif, sebab konsep diri dapat mempengaruhi cara individu dalam berperilaku dan bereaksi terhadap rangsangan lingkungannya. Konsep diri seseorang tidak muncul begitu saja dengan sendirinya, melainkan dikembangkan melalui proses belajar dan membutuhkan kehadiran orang lain. Pada wanita yang mengalami putus cinta cenderung memiliki konsep diri yang negatif sehingga membuat individu tersebut susah bergaul atau membatasi dirinya dalam bergaul dengan lingkungannya, dan hal ini akan menyebabkan munculnya depresi. Dengan demikian, dapat dikatakan konsep diri erat kaitannya dengan depresi. Apabila konsep diri yang dimiliki oleh seseorang cenderung positif, maka tingkat depresi seseorang cenderung rendah, sebaliknya konsep diri yang negatif menyebabkan tingkat depresi seseorang cenderung tinggi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Surabaya yang berusia 21-25 tahun, yang mengalami putus cinta 1-3 bulan terakhir dari pengambilan data, sebanyak 50 subjek penelitian. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan product moment dari Pearson. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil r = - 0,807 dan p < 0,01 yang berarti terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan depresi. Hal ini berarti semakin positif konsep diri yang dimiliki oleh seseorang maka tingkat depresi yang dialami cenderung rendah, sedangkan semakin negatif konsep diri yang dimiliki oleh seseorang maka tingkat depresi yang dialami cenderung tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinan diperoleh r2 = 0,651 yang berarti konsep diri mempunyai pengaruh yang efektif sebesar 65,1% terhadap depresi, dan sisanya 34,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain konsep diri.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 03 Mar 2014 07:31
Last Modified: 03 Mar 2014 07:31
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/8198

Actions (login required)

View Item View Item