Analisis Metode Harga Transfer yang Tepat Bagi Divisi Pembuatan Gagang Sapu untuk Mencapai Goal Congruence pada PT.X di Surabaya

Alay, Silvia Yunita (2005) Analisis Metode Harga Transfer yang Tepat Bagi Divisi Pembuatan Gagang Sapu untuk Mencapai Goal Congruence pada PT.X di Surabaya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152844

Abstract

Teknologi dan ekonomi yang semakin berkembang dewasa ini menuntut badan usaha untuk bersaing dengan lebih ketat dengan segala macam permasalahannya yang menyebabkan badan usaha harus cepat tanggap dan tepat dalam menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu diperlukan pendelegasian wewenang dari manajer puncak kepada suatu divisi yang dipimpin oleh seorang manajer yang berfungsi sebagai responsibility centers supaya penyelesaian masalah dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran. Dengan adanya pendelegasian wewenang ini diharapkan nantinya manajer divisi ini akan menggunakan wewenangnya untuk memaksimalkan laba divisi yang dipimpinnya dan memaksimalkan laba badan usaha secara keseluruhan sehingga goal congruence dapat tercapai. Sebagai akibat didelegasikannya wewenang kepada manajer divisi, manajer puncak memerlukan suatu kontrol untuk memastikan bahwa manajer divisi telah menggunakan wewenangnya dengan baik untuk mencapai tujuan divisi secara maksimal. Oleh karena itu diadakan suatu penilaian kinerja yang mencerminkan kinerja manajer divisi secara tepat dan adil. Dengan adanya penetapan responsibility centers ini menyebabkan tiap manajer divisi mendapatkan wewenang tertentu sehingga memungkinkan terjadinya konflik antar manajer divisi. Dalam badan usaha yang terjadi transaksi antar divisi, harga transfer merupakan salah satu pemicu terjadinya konflik antar divisi. Oleh sebab itu metode penentuan harga transfer ini harus dipilih yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi badan usaha serta bentuk responsibility centers yang dilimpahkan kepada manajer divisi. PT."X" mempunyai dua divisi, yaitu divisi pengolahan kayu dan divisi pembuatan gagang sapu yang ditetapkan sebagai profit centers. Namun pada praktiknya pendelegasian wewenang ini tidak sepenuhnya dilaksanakan. Terbukti dengan adanya campur tangan manajer puncak dalam menentukan besarnya harga transfer, yaitu sebesar full cost. Bagi divisi pembuatan gagang sapu yang bertindak sebagai divisi pembeli, transaksi ini sangat menguntungkan karena mendapat bahan baku murah dan berkualitas tetapi bagi divisi pengolahan kayu yang merupakan divisi penjual, transaksi ini tidak adil karena divisi ini diharuskan menjual produknya dengan tidak mengambil laba padahal sebagai profit centers, manajer divisi ini akan dinilai kinerjanya dalam mengelola pendapatan dan laba. Oleh sebab itu diperlukan metode yang dapat memberikan keadilan bagi kedua manajer divisi sehingga tidak ada divisi yang merasa dirugikan. Metode penetapan harga transfer yang paling tepat untuk PT. "X" adalah market based transfer price karena produk yang ditransfer mempunyai harga pasar sehingga harga pasar merupakan harga independent yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam menentukan harga. Dengan mengunakan metode ini tidak ada divisi yang merasa dirugikan karena divisi pengolahan kayu dapat menjual produk dengan mendapatkan laba dan divisi pembuatan gagang sapu mendapatkan bahan baku berkualitas bagus dengan harga yang bersaing. Dengan begitu dapat dinilai kinerja manajer divisi dengan akurat sehingga manajer divisi merasa puas yang berakibat konflik tidak terjadi yang berarti goal congruence akan tercapai.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 08 Mar 2014 03:23
Last Modified: 08 Mar 2014 03:23
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/8455

Actions (login required)

View Item View Item