Tinjauan Penggunaan Fenitoin Sebagai Anti Kejang Pada Penderita Stroke Perdarahan Rawat Inap Di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya Selama Bulan Januari - Dece

Wiyono, Weny Indayany (2004) Tinjauan Penggunaan Fenitoin Sebagai Anti Kejang Pada Penderita Stroke Perdarahan Rawat Inap Di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya Selama Bulan Januari - Dece. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150299

Abstract

Tujuan : mengkaji penggunaan fenitoin yang meliputi pemberian fenitoin dan interaksi fenitoin dengan obat lain. Metode penelitian: penelitian retrospektif ini yang dilakukan dari tanggal 20 Desember 2003 sampai dengan 20 Januari 2004. Pencatatan dilakukan pada 32 data rekam medik penderita stroke perdarahan rawat inap yang menerima fenitoin sebagai anti kejang di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Katolik St. Vincenti us A Paulo Surabaya selama bulan Januari 2002 sampai dengan Desember 2002. Analisa data : data kualitatif : data yang menggambarkan cara pemberian fenitoin intravena yang meliputi pelarut fenitoin intravena, konsentrasi larutan fenitoin intravena, kecepatan pemberian intravena. Data kuantitatif : data obat yang berintaraksi dengan fenitoin yang dicari mekanisme, efek dan skoring tingkat interaksinya lalu dianalisis secara statistik deskriptif. Parameter yang dipakai adalah modus yaitu kejadian yang paling banyak keluar. Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan pada data pemberian fenitoin, Dosis fenitoin pada penderita dewasa yang memenuhi dosis terapeutik 200-500 mg sebanyak 29 penderita, sedangkan di bawah dan di atas rentang dosis tersebut masing-masing I penderita. Dosis fenitoin pada satu penderita anak-anak di atas 6 tahun memenuhi dosis sehari maksimal 300 mg. Hasil analisa pemberian fenitoin intravena menunjukkan : pelarut yang digunakan adalah aqua untuk injeksi, konsentrasi larutan fenitoin adalah 3,45 - 5 mg/ml pada 3 penderita, kecepatan pemberian fenitoin 0,833 mg/menit dengan syringe pump pada 1 penderita. Konsentrasi dan kecepatan pemberian · masih memenuhi konsentrasi dan kecepatan pemberian yang dianjurkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam obat terbanyak yang dapat berinteraksi dengan fenitoin adalah ranitidin dengan presentase jumlah penderita 81,25% Golongan obat terbanyak yang dapat berinteraksi dengan fenitoin adalah golongan obat kardiovaskular dan golongan obat saluran cerna (21,88%) yang diberikan masing-masing kepada 65,63 % dan 84,38 % penderita. Mekanisme interaksi terbanyak yang dapat terjadi antara fenitoin dengan obat-obat lain adalah mekanisme yang menghambat metabolisme hepatik fenitoin oleh obat lain dengan presentase macam obat 31,25 %yang terdapat pada 96,88 % penderita. Efek interaksi terbanyak yang dapat terjadi antara fenitoin dengan obat-obat lain adalah resiko toksisitas fenitoin sebanyak 40,62 % macam obat yang terdapat kepada 96,88 % penderita Tingkat risiko interaksi fenitoin dengan obat lain menurut Hansten dan Horn (2002) yang paling banyak adalah tingkat interaksi III yang terdapat kepada 84,38 % penderita. Kesimpalan : diperlukan pencatatan dan pemantauan pemberian fenitoin intra vena. yang meliputi pelarut yang digunakan, konsentrasi larutan dan kecepatan pemberian. Diperlukan juga pemantauan obat yang berinteraksi dengan fenitoin, meski tingkat interaksi yang terbanyak merupakan tingkat interaksi dengan risiko minimal.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 27 Mar 2014 09:19
Last Modified: 27 Mar 2014 09:19
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/8935

Actions (login required)

View Item View Item