Diare Akibat Penggunaan Antibiotik pada Anak: Apa Saran yang Diberikan oleh Apoteker Komunitas?

Putri, Virginia Johanes and Setiadi, Antonius Adji Prayitno and Rahem, Abdul and Brata, Cecilia and Wibowo, Yosi Irawati and Setiawan, Eko and Halim, Steven Victoria (2020) Diare Akibat Penggunaan Antibiotik pada Anak: Apa Saran yang Diberikan oleh Apoteker Komunitas? Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) , 7 (3). pp. 218-228. ISSN p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

[thumbnail of JSFK_Virgin.pdf]
Preview
PDF
JSFK_Virgin.pdf - Published Version

Download (717kB) | Preview
Official URL / DOI: http://dx.doi.org/10.25077/jsfk.7.3.218-228.2020

Abstract

Diare akibat penggunaan antibiotik (antibiotic-associated diarrhea; AAD) merupakan salah satu gangguan klinis yang seringkali terjadi pada anak dan perlu mendapat intervensi dokter untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan mempertimbangkan bahwa swamedikasi seringkali menjadi pilihan masyarakat ketika menghadapi kasus diare, apoteker di komunitas memiliki peran penting dalam mengarahkan masyarakat ke dokter untuk mengatasi masalah terkait AAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan ketepatan rekomendasi apoteker dalam menanggapi permintaan swamedikasi terkait kasus AAD pada anak.Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di wilayah Timur kota Surabaya dan pemilihan apoteker dilakukan secara non-probability sampling, yakni voluntary response sampling. Sebuah kuesioner yang berisi pertanyaan terkait karakteristik peserta dan sebuah kasus terkait AAD pada proses pengambilan data. Validasi isi dari kasus serta penentuan kunci jawaban dilakukan melalui diskusi yang melibatkan pakar farmasi klinis, farmasi praktis, dan kesehatan masyarakat. Total terdapat 84 apoteker terlibat dalam penelitian ini; response rate 38,71%. Pemberian rekomendasi produk obat baik dengan maupun tanpa rujukan ke dokter atau saran non-farmakologi diberikan oleh 75 (89,29%) partisipan dan jenis obat yang paling sering direkomendasikan adalah probiotik, kaolin-pektin, domperidon, attapulgit. Sebanyak 26 apoteker (30,95%) memberikan rekomendasi yang tepat, yaitu: rujuk dokter segera dengan atau tanpa disertai rekomendasi lain. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya intervensi untuk mengoptimalkan pemberian rekomendasi apoteker komunitas pada kasus AAD anak.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: apoteker komunitas; diare anak; pemberian r ekomendasi; survei berbasis kasus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: STEVEN VICTORIA HALIM
Date Deposited: 11 Jan 2021 03:38
Last Modified: 24 Mar 2021 16:31
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/38733

Actions (login required)

View Item View Item