Studi Hubungan Antara Penerimaan Diri Terhadap Kondisi Fisik Dengan Penyesuaian Sosial Remaja Cacat Tubuh Di Panti Sosial Bina Daksa Suryatama Bangil Kabupaten Pasuruan

Anugerah S., Diah Estu (1995) Studi Hubungan Antara Penerimaan Diri Terhadap Kondisi Fisik Dengan Penyesuaian Sosial Remaja Cacat Tubuh Di Panti Sosial Bina Daksa Suryatama Bangil Kabupaten Pasuruan. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
P_153_Abstrak.pdf

Download (86Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143558

Abstract

Masalah integrasi penyandang cacat tubuh kedalam masyarakat bukan merupakan suatu masalah yang kecil. Dewan Umum PBB pada tanggal 16 Desember 1979, mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa tahun 1981 merupakan Tahun Internasional Penderita Cacat. Dalam resolusi tersebut terutama ditekankan integrasi para penderita cacat kedalam masyarakat agar mereka dapat hidup seperti manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeta-hui hubungan antara penerimaan diri terhadap kondisi fisik dengan penyesuaian sosial. Menurut Roger (1985) bagi seorang remaja penampilan fisik merupakan hal yang dominan dan dianggap penting sehingga seorang remaja yang merasa dirinya kurang sem-purna secara fisik merasa rendah diri, tidak mempunyai kepercayaan diri dan merasa selalu gagal dalam setiap usaha. Bagi remaja cacat tubuh. perasaan-perasaan minder, malu terhadap kekurangan yang dimiliki membuatnya menarik diri dari lingkungan sosialnya sehingga penyesuaian sosialnyapun terhambat. Jadi semakin remaja itu menolak dirinya maka penyesuaian sosialnyapun terhambat. Populasi penelitian ini adalah remaja penyandang cacat tubuh di Panti Sosial Bina Daksa Suryatama Bangil Kabupaten Pasuruan, yang berjumlah 90 orang. Dari 90 angket yang disebarkan, hanya 47 angket yang datanya dapat dianalisis. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purposif sampling. Data diukur dengan dua angket, yaitu angket penerimaan diri terhadap kondisi fisik dan angket penye-suaian sosial, yang masing-masing angket terdiri dari 40 aitem. Data dianalisis dengan Korelasi Parsial Jenjang Kedua, dan diketahui ada hubungan yang sangat meyakinkan antara penerimaan diri terhadap kondisi fisik dengan penyesuaian sosial (rl,y-2,3 = 0,505 dengan p = 0,001). Selain itu sebagai analisis tambahan diketahui bahwa penerimaan diri terhadap kondisi fisik dan penyesuaian sosial remaja cacat tubuh di Panti Sosial Bina Daksa Suryatama Bangil Kabupaten Pasuruan rata-rata beradat pada tingkatan yang rendah dan sangat rendah. Hal 1n1 dapat diterima karena kondisi remaja sendiri belum stabil sebab para remaja banyak melakukan penyesuaian-penyesuai-an terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada dirinya.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 08 Sep 2015 04:20
Last Modified: 08 Sep 2015 04:20
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/25387

Actions (login required)

View Item View Item