PENERAPAN ANALISIS KANO PADA PT UNITED WARU BISCUIT MANUFACTORY, SIDOARJO

Tandjung, Monique and Samudro, Bambang Tjitro and Rosiawan, Muhammad (2008) PENERAPAN ANALISIS KANO PADA PT UNITED WARU BISCUIT MANUFACTORY, SIDOARJO. In: Prosiding Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI4) 2008. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, Jakarta, pp. 433-441. ISBN 978-979-95752-8-9

[img]
Preview
PDF
Tandjung_Penerapan Analisis_Abstracts_2008.pdf - Published Version

Download (63Kb) | Preview
[img] PDF
Tandjung_Penerapan Analisis_2008.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (590Kb) | Request a copy
[img]
Preview
PDF
Tandjung_Penerapan Analisis_References_2008.pdf - Published Version

Download (82Kb) | Preview

Abstract

Melalui wawancara dengan PT.UBM ditemukan satu permasalahan yang dihadapi PT. UBM yaitu penjualan biscuit creaming dan non-creaming yang tidak konstan. Akar permasalahan berasal dari lingkungan internal dan eksternal PT. UBM. Dari lingkungan eksternal berasal dari kenaikan biaya bahan baku dan pesaing. Akar permasalahan dari lingkungan internal adalah belum berjalannya standarisasi proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persyaratan konsumen terhadap biskuit creaming don non-creaming yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi PT. UBM dalam mengembangkan usahanya. Responden dalam penelitian ini adalah konsumer biskuit secara umum dan retailer PT.UBM yang berada di area Surabaya dan sekitarnya. Pengumpulan datadi lakukan melalui wawancara dengan PT UBM dan penyebaran kuesioner kepada responden. Kuesioner dibedakan menjadi kuesioner responden biskuit creaming, non-creaming dan retailer. Metode pengolahan data yang dipakai adalah analisis Kano. Berdasarkan analisis Kano, persyaratan konsumen dibagi dalam klasifikasi Attractive, One-dimenlional, Must-be dan Indifferent. Bentuk pengelompokan Kano yang dilakukan yaitu persyaratan desain kemasan menarik masuk dalam klasifikasi atractive pada kuesioner biskuit creaming dan non-creaming yang berarti konsumer tidak mensyaratkan desain kemasan menarik, namun bila diberikan akan menimbulkan kepuasan yang tinggi sementara variabel kemasan dus masuk klasifikasi indifferent pada ketiga kuesioner, berarti variabel tidak dihiraukan oleh konsumen Selain itu dibuat juga analisis ringkas kepentingan dengan skala 1-9, salah satu hasilnya adalah sebagai berikut untuk persyaratan desain kemasan menarik 52% responden menganggap penting. 47% responden menganggap pencantuman informasi gizi sangat-sangat penting dilakukan. Pengumpulan data yang juga dilakukan adalah membuat wawancara dengan beberapa responden untuk membandingkan biskuit UBM dengan pesaing, dimana hasilnya biskuit UBM masih memiliki beberapa kekurangan pada kemasan yang kurang menarik dan hasil produknya yang gosong uji mean 2 populasi dilakukan untuk mengetahui perbedaan mean antar responden hasilnya antar responden memiliki persamaan mean untuk tiap persyaratan konsumen. Variabel-variabel ini merupakan variabel-variabel yang memiliki nilai importance of haw diatas rata-rata untuk menyaring variabel mana yang diprioritaskan kemudian dilanjutkan dalam HOQ turunan dengan divisi marketing, produksi, R&D dan desain sebagai variabel (how). Tujuannya untuk mengetahui divisi mana yang paling berperan dalam pengaplikasian variabel-variabel yang telah disebutkan di atas.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: creaming, non-creaming, analisis Kano
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 26 Jun 2012 02:51
Last Modified: 26 Jun 2012 02:51
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/628

Actions (login required)

View Item View Item