Perlakuan Akuntansi Terhadap Selisih Kurs Atas Transaksi Mata Uang Asing Menurut ISAK No.04 pada PT X di Sidoarjo

Sugiarti, Yenny (2000) Perlakuan Akuntansi Terhadap Selisih Kurs Atas Transaksi Mata Uang Asing Menurut ISAK No.04 pada PT X di Sidoarjo. [Undergraduate thesis]

[thumbnail of AK_1444_Abstrak.pdf]
Preview
PDF
AK_1444_Abstrak.pdf

Download (132kB) | Preview
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153407

Abstract

Terdepresiasinya Rupiah mulai pertengahan tahun 1997 sampai tahun 1998 berdampak besar terhadap berbagai pihak, tidak terkecuali bagi importir dan eksportir. Bagi eksportir yang komponen utamanya bukan berasal dari impor, depresiasi rupiah tentunya membawa keuntungan tersendiri bagi mereka. Sedangkan bagi eksportir yang komponen utamanya berasal dari impor, dan bagi importir depresiasi rupiah ini tentunya mendatangkan kerugian yang cukup besar, karena mereka harus membayar lebih besar untuk nilai impor mereka. Badan usaha selama ini mengakui kerugian selisih kursnya sebagai biaya, akibatnya ketika terjadi depresiasi luar biasa atas rupiah badan usaha menderita kerugian selisih kurs yang cukup besar, dan hal ini akan mengakibatkan beban lain-lain dalam laporan laba rugi semakin besar, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap laba badan usaha secara keseluruhan. Munculnya PSAK No. 10 dan ISAK No. 04 menimbulkan alternatif baru bagi badan usaha dalam mengakui kerugian selisih kurs. Selisih kurs tersebut dapat dikapitalisasi pada aktiva yang bersangkutan sepanjang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan yaitu terjadi depresiasi yang luar biasa (lebih dari 133% depresiasi selama tiga tahun takwim terakhir) dan tidak mungkin untuk dilakukan hedging. Kerugian selisih kurs tersebut dapat dimasukkan sebagai nilai tercatat (carrying amount ) aktiva tersebut sepanjang nilai tercatat aktiva yang telah disesuaikan tidak melebihi jumlah terendah antara biaya pengganti (Replacement cost) dan jumlah yang dapat diperoleh kembali (amount recoverable ) dari penjualan atau penggunaan aktiva tersebut dan alternatif yang dipilih harus diungkapkan secukupnya. Apabila jumlah yang dikapitalisasi cukup material, kondisi laporan keuangan terutama laporan laba rugi akan lebih baik, dan hal ini akan berdampak positif terhadap penilaian pemakai laporan keuangan terhadap badan usaha. Sebelum menerapkan ISAK No. 04 harus dipikirkan juga cost dan benefit-nya, hal ini terutama karena konsekwensi dari penerapan ISAK No. 04 adalah meningkatnya jumlah pajak penghasilan yang harus dibayar. Badan usaha juga mempertimbangkan alternatif lain untuk mengatasi kerugian akibat kenaikan nilai kurs mata uang asing yaitu dengan melakukan hedging atas utang valuta asingnya namun sebelumnya badan usaha harus menganalisis terlebih dahulu kemungkinan fluktuasi kurs untuk masa yang akan datang berdasarkan indikator-indikatomya.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 14 May 2014 08:22
Last Modified: 14 May 2014 08:22
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14237

Actions (login required)

View Item View Item