Analisis Kualitas Produk Rokok Kretek dengan Pendekatan Metode Quality Function Deployment : Studi Kasus Perusahaan Rokok PT Prima Bumi Pakuwon Jaya

Candra, Antonius (2004) Analisis Kualitas Produk Rokok Kretek dengan Pendekatan Metode Quality Function Deployment : Studi Kasus Perusahaan Rokok PT Prima Bumi Pakuwon Jaya. [Undergraduate thesis]

[thumbnail of TM_2203_Abstrak.pdf]
Preview
PDF
TM_2203_Abstrak.pdf

Download (70kB) | Preview
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135724

Abstract

PTPRIMA BUM! PAKUWON JAYA memproduksi rokok kretek merek Kopi dan pasar yang dituju adalah kelas menengah ke bawah. Daerah pemasarannya meliputi kabupaten BoJonegoro, Tuban, Lamongan, Jombang dan sekitamya Walaupun pasar dan rokok kretek ini adalah kelas menengah ke bawah, perusahaan harus tetap memperhattkan kualitas akan produknya, hal ini dikarenakan persaingan yang sernakin ketat dan bermunculannya berbagai jenis rokok kretek baru. Quality Function Deployment (QFD) merupakan metode untuk mempertemukan kualitas yang diinginkan konsumen dan kualitas yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Pengujian realibilitas kuesioner telah didapatkan Alpha sebesar 0.664, 0.738, maka jawaban responden telah mernenuhi syarat validitasnya. Dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 180 responden, hasil yang didapatkan atribut-atribut yang inginkan konsumen yaitu : kesesuaian cita rasa rokok, kernantapan hisapan rokok, keawetan cita rasa rokok, kekonsistenan cita rasa rokok, kelancaran hisapan rokok sampai habis, kesarnaan kepadatan batang rokok, kerapian batang rokok, kerapian kernasan rokok, desain kernasan rokok, harga per bungkus rokok, kemudahan mendapatkan rokok dan merek rokok cukup dikenal. Responden terbesar dari konsumen rokok kretek adalah yang berumur 41 tahun lebih, dengan taraf pendidikan lulus SD yang bekerja sebagai petani dan menghabiskan paling tidak I bungkus setiap harinya Peta posisi rokok kretek Kopi dimata pesaing sangat buruk, hal ini terlihat dari basil penilaian ranking serta analisa peta kuadran yang menempatkan Kopi diurutan terbawah. Hasil skoring penilaian keseluruhan secara berturut-turut dari rokok merk Oeloeng, Nangka, Laksm~ Kudu dan Kopi adalah sebesar 36, 37, 56, 31 dan 24. Setelah nilai-nilai hasil responden dan goal perusahaan yang direncanakan diperoleh, diaplikasikan kedalam House of Quality terutama dalam matrik perencanaan. Rencana target perusahaan yang paling menonjol diantara semua pesaing adalah untuk atribut kelancaran hisapan rokok, perusahaan merencanakan target dengan skala nilai 4 dan 5. Proses ini kemudian dipertemukan dengan respon teknis perusahaan, dimana mendapatkan I 0 prioritas keinginan konsumen dimata perusahaan yaitu Pemilihan bahan, Saos, Alat semprot, Distribusi, Promosi, Pelintingan, Cengkeh, Tembakau, Pencampuran dan Perajangan. Tampak sekali bahwa data menunjukkan perusahaan harus mernpunyai pernikiran untuk mernperbaiki image cita rasa rokok dan rasa rokok itu sendiri dimulai dari pemilihan bahan, proses produksi dan promosi. Hal ini juga didukung dari data tingkat kepentingan konsumen yang memberi porsi besar terhadap kualitas rokok dan keberadaannya dipasar adalab sesuatu yang sangat penting bagi mereka. Perusahaan berpendapat bahwa setiap peru bah an kualitas pad a rokok bukanlah hal yang mudah untuk dapat meyakinkan pasar, hal ini dimungkinkan karena perubahan rasa tidaklah tampak dari luar, sehingga perusahaan mempertimbangkan merancang desain baru rokok kretek dengan merek yang sama untuk menjawab keinginan konsumen atas peningkatan kualitas pada rokok kretek terutama untuk merek Kopi.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 07 Jun 2018 09:32
Last Modified: 07 Jun 2018 09:32
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/32528

Actions (login required)

View Item View Item