Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Secara In Silico Senyawa 1- Benzil-3-benzoilurea dan Analognya Sebagai Antikanker Melalui Hambatan Reseptor BRAF Kinase

Suhud, Farida and Mulyadarma, IGA Satria Adi and ., Siswandono (2018) Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Secara In Silico Senyawa 1- Benzil-3-benzoilurea dan Analognya Sebagai Antikanker Melalui Hambatan Reseptor BRAF Kinase. In: Buku Prosiding Konggres XX & Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia 2018. Ikatan Apoteker Indonesia, Jakarta, pp. 621-627. ISBN 978-979-95108-4

[thumbnail of Hubungan kuantitatif struktur aktivitas secara in silico senyawa 1-benzil-3benzoilurea dan analognya sebagai antikanker.pdf]
Preview
PDF
Hubungan kuantitatif struktur aktivitas secara in silico senyawa 1-benzil-3benzoilurea dan analognya sebagai antikanker.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Reseptor BRAF Kinase berperan penting dalam mutasi gen, induksi proliferasi sel yang tidak terkontrol, dan memfasilitasi transformasi sel malignan. Hambatan terhadap reseptor BRAF Kinase sangat penting sehingga menjadi target ideal untuk terapi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan kuantitatif struktur aktivitas (HKSA) senyawa 1-benzil-3-benzoilurea dan analognya (4-Cl; 3-Cl; 2-Cl; 3,4-Cl; 2,4-Cl; 4-CH3Cl; 3-CH3Cl; 2-CH3Cl; 4-CH3; 4-C2H5; 3-C2H5; 2-C2H5; 4-C3H7; 4-C4H9;4-F; 4-CF3; 3-CF3; 2- CF3;4-Br; 4-CH3Br, 4-NO2;4-OCH3) sebagai antikanker melalui hambatan reseptor BRAF Kinase. Hambatan pada reseptor BRAF Kinase dengan kode PDB 5HI2 dengan pembanding hidroksiurea dan sorafenib secara in silico dilakukan dengan metode penambatan molekul. Senyawa 1-benzil-3-benzoilurea dibuat struktur 2D dan 3D dengan software ChemBioDrawUltra 13.0 dan ChemBio3D Ultra 13.0. Struktur 2D digunakan untuk mencaridata sifat fisikokimia (lipofilik, elektronik, sterik), F (bioavailabilitas) dan LD50 (toksisitas) dengan ACD I-Lab. Struktur 3D digunakan untuk penambatan molekul pada ligan asli reseptor BRAF Kinase (5HI2) menggunakan Molegro Virtual Docker (MVD) 6.0.0 untuk mendapatkan RS(rerank score yang menggambarkan aktivitas).Persamaan terbaik dari bioavailabilitas (F>70% = -1,066 ClogP + 0,130 ClogP2 + 0,080 pKa – 0,003 CMR +1,911), aktivitas (Rerank score = 2,064 Estaft + 1,804 σ + 3,729 ClogP2 –29,841ClogP –40,151), toksisitas LD50mouse = -7,422 Mw – 117,197 pKa + 260,565 π + 4342,379) dan LD50rat = 3,559 CMR – 0,053 Etot – 166,096 π2 + 84,737π+ 1253,150). Data hasil penambatan molekul1-benzil-3-(4-etil) benzoilurea memiliki nilai rerank score terbaik (-102.939 kkal/mol), lebih negatif dibandingkan senyawa pembanding Hidroksiurea (-34,609 kkal/mol), Sorafenib (-81,242 kkal/mol) dan senyawa induk 1-benzil-3-benzoilurea (-91,718 kkal/mol), sehingga dapat diteliti lebih lanjut sebagai calon obat.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: 1-benzil-3-benzoilurea dan analognya, in silico, hambatan reseptor BRAF Kinase , antikanker.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Ester Sri W. 196039
Date Deposited: 04 Sep 2018 04:01
Last Modified: 24 Mar 2021 15:53
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/33325

Actions (login required)

View Item View Item