Aditya, Dwi Martha Nur and Santosa, Winnie Nirmala and Boengas, Sawitri and Dahliana, Anita (2025) Hubungan Jarak Pupil (PD) dengan Kejadian Hipermetropi: Studi Anatomi Antropometri untuk Deteksi Anomali Biometri Okular. In: Pekan Ilmiah Nasional (PIN) Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) 2025, 2 - 3 Oktober 2025, Surakarta.
|
PDF
Presentation.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
PDF
2. Dwi Martha Nur Aditya_Hubungan Jarak Pupil (PD) dengan Kejadian Hipermetropi Studi Anatomi Antropometri untuk.pdf Download (934kB) |
Abstract
Pendahuluan: Anatomi perkembangan memiliki potensi memainkan peran penting dalam deteksi anomali perkembangan tubuh pada manusia. Salah satunya dengan mempelajari perkembangan panjang aksial bola mata sebagai parameter biometri okular untuk mendeteksi kelainan bias penglihatan hipermetropi. Pada penelitian sebelumnya, pengukuran panjang aksial diukur menggunakan Optical Coherence Tomography (OCT), namun dengan pemahaman konsep antropometri dapat dimungkinkan pengukuran panjang aksial bola mata diprediksi melalui pengukuran jarak pupil (PD). Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PD dengan kejadian hipermetropi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah warga kota Surabaya dengan usia 35-65 tahun, tanpa riwayat kelainan mata strabismus. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow estimasi proporsi sampel tunggal, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Proses pengumpulan data dimulai dari pengisian lembar informed consent, kuesioner demografi, dan riwayat hipermetropi, serta pengukuran PD menggunakan PD meter. Data yang didapatkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Total subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 596 orang, dengan rincian subjek dengan kategori PD rendah (<5.5cm) sebanyak 26 orang (38.5% emetropi; 61.5% hipermetropi). Untuk subjek dengan PD normal (5.5 – 7.0cm) sebanyak 558 orang (29.2% emetropi; 70.8% hipermetropi). Sedangkan subjek dengan PD tinggi (>7.0cm) sebanyak 12 orang (0.0% emetropi; 100.0% hipermetropi. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan nilai p<0.05 (p=0.049). Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil pada masing-masing kategori PD terhadap kejadian hipermetropi, yang mengindikasikan bahwa pengukuran PD memiliki potensi untuk dapat digunakan sebagai parameter deteksi kelainan penglihatan hipermetropi.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Paper) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jarak pupil; Hipermetropi; Antropometri; Biometri okular; Aksial bola mata |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medical |
| Depositing User: | DWI MARTHA NUR ADITYA |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 07:46 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 09:08 |
| URI: | http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/50160 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
