Pernikahan Pariban dalam Menjaga Tradisi Identitas Sosial dan Budaya Suku Batak

Simangunsong, Grace and Pudjibudojo, Jatie Kusmiati Kusna (2025) Pernikahan Pariban dalam Menjaga Tradisi Identitas Sosial dan Budaya Suku Batak. Pernikahan Pariban dalam Menjaga Tradisi Identitas Sosial dan Budaya Suku Batak, Vol. 8 (1). pp. 176-181. ISSN 2655-0865

[thumbnail of 1850-Article Text-8915-1-10-20251021.pdf] PDF
1850-Article Text-8915-1-10-20251021.pdf

Download (326kB)
Official URL / DOI: https://doi.org/10.38035/rrj.v8i1

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keragaman etnis, ras, dan agama, salah satunya adalah suku Batak. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dalam masyarakat Batak adalah pernikahan pariban, yaitu pernikahan antara sepupu silang yang berbeda marga. Praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai ikatan kekeluargaan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai adat yang melekat pada identitas sosial dan identitas budaya masyarakat Batak. Melalui prosesi dan simbol adat, pernikahan pariban memperkuat solidaritas sosial, menegaskan kedudukan individu dalam struktur kekerabatan Dalihan Na Tolu, serta mentransmisikan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan purposive review untuk menelaah makna pernikahan pariban sebagai mekanisme penjaga identitas sosial dan budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan modernisasi, pernikahan pariban tetap berfungsi sebagai penanda penting keberlangsungan identitas masyarakat Batak. Kata kunci:Suku Batak, Pernikahan Pariban, Tradisi Adat, Identitas Sosial, Identitas Budaya. Indonesia is a country rich in ethnic, racial, and religious diversity, one of which is the Batak tribe. A tradition that continues to be preserved within Batak society is pariban marriage, namely marriage between cross-cousins from different clans. This practice functions not only as a familial bond but also as a mechanism for sustaining customary values embedded in the social and cultural identity of the Batak community. Through traditional rituals and symbolic practices, pariban marriage reinforces social solidarity, affirms individual roles within the Dalihan Na Tolu kinship system, and transmits cultural values across generations. This study employs a literature review with a purposive approach to analyze the meaning of pariban marriage as a mechanism for safeguarding social and cultural identity. The findings highlight that despite challenges posed by modernization, pariban marriage remains a significant marker of the continuity of Batak identity. Keywords:Batak Tribe, Marriage, Pariban, Pariban Marriage, Social Identity, Cultural Identity.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Suku Batak, Pernikahan Pariban, Tradisi Adat, Identitas Sosial, Identitas Budaya.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: GRACE LYDIA SIMANGUNSONG
Date Deposited: 03 Aug 2026 06:04
Last Modified: 03 Aug 2026 06:04
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/51090

Actions (login required)

View Item View Item