Supriyanto, Supriyanto and Hariadi, Sugeng (2026) Digital Applications and Transaction Cost Efficiency in BUM Desa Empowerment: A Digital Ethnography of TAPM Experience. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 26 (2). ISSN 1412-2669 (In Press)
|
PDF
LoA Dinamika Supriyanto.pdf - Accepted Version Download (286kB) |
|
|
PDF
Jurnal Efisiensi biaya transaksi melalui pemanfaatan aplikasi digital.pdf - Accepted Version Download (426kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pelaksanaan pemberdayaan desa, termasuk tata kelola dan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Aplikasi digital seperti WhatsApp, Zoom Meeting, dan sistem pelaporan digital menjadi instrumen utama dalam mendukung komunikasi, koordinasi, monitoring, dan pengambilan keputusan di antara para pemangku kepentingan desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pemanfaatan aplikasi digital oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) terhadap efisiensi biaya transaksi dan peningkatan kinerja ekonomi BUM Desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital pada ekosistem pendampingan BUM Desa di Kabupaten Kediri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif digital, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi digital membentuk tiga pola interaksi, yaitu hierarkis-formal melalui Zoom, jejaring-organik melalui WhatsApp, dan interaksi personal melalui komunikasi pribadi. Ketiga pola tersebut berkontribusi terhadap penurunan biaya koordinasi, biaya informasi, dan biaya monitoring sehingga meningkatkan efisiensi organisasi. Digitalisasi juga berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekonomi BUM Desa yang ditunjukkan oleh kenaikan omzet sebesar 42%, peningkatan laba bersih sebesar 48%, serta penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan dari 62,10% menjadi 35,24%. Di sisi lain, penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan berupa keterbatasan infrastruktur internet, rendahnya literasi digital, keterbatasan perangkat, serta tekanan kerja digital yang ditandai dengan budaya always-on dan digital fatigue. Penelitian ini memperluas penerapan Transaction Cost Theory dengan menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai mekanisme kelembagaan yang meningkatkan efisiensi organisasi dan memperkuat kinerja ekonomi BUM Desa.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | transformasi digital; efisiensi biaya transaksi; BUM Desa; etnografi digital; pemberdayaan masyarakat; TAPM. |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Postgraduate Programs > Master Program in Economic |
| Depositing User: | Amirul Ulum 195027 |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 10:58 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 10:58 |
| URI: | http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/51114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
